Monday, November 30, 2020

Cerita dari Sebuah Taman di Lembang



Mencari tempat-tempat terbuka di masa pandemi covid-19 ini, merupakan pilihan yang menjadi lirikan banyak orang. Bisa jalan-jalan, tetapi protokol kesehatan tetap menyertai kemanapun dan dimana pun kita berada.


                Seperti siang itu, saya di ajak teman-teman ke coffeedays. Kalau di medsos bisa dilihat di@coffeedays08. Saya baru dengar. Surprisenya tempatnya juga gak jauh. Kalau kita ke Lembang, setelah pasar Lembang ada pertigaan kecil. Nah belok deh kita ke kiri.  Itu sudah jalan Pasir Ipis. Cari nomer 78B – Lembang.



                Coffee shopnya sih gak di tepi jalan. Ada tandanya ‘Coffeedays”. Tamu jalan masuk dikit dan nyampai. Tandanya ada payung warna-warni di atasnya.

                Pas berada di sana, saya ternyata lebih merasa berada di kebun. Bunga-bunga berwarna warni. Berhamparan. Beberapa meja pun berada di taman. Sedangkan di situ ada juga kedai tempat kegiatan untuk menyediakan makanan dan minuman untuk para tamu.

                Saya mencari sebuah tempat yang teduh. Pandangan juga terbuka lebar ke seberang bukit yang berisi tanaman sayuran. Kebun-kebun yang berderet-deret. Sedangkan di sebelah yang lain, pemandangan gunung. Itulah Gunung Burangrang dan juga Gunung Tangkuban Perahu.

                Datang ke sana sebenarnya, saya dan teman-teman juga dalam rangka mencari dedaunan untuk bahan ecoprint. Ternyata selain bunga-bunga yang  bertebaran,  di sana juga melimpah dedaunan untuk bahan-bahan membuat ecoprint. Ada daun jarak kepyar hijau dan merah. Daun echa. Daun ketepeng kebo. Pakis dan masih berbagai macam lagi.



                Selesai melihat-lihat daun, sambil petik daun sana sini, saya dan teman pun berfoto-foto dengan kain-kain yang merupakan hasil ecoprint karya kami masing-masing. Indahnya. Kain bermotif dedaunan itu berada di alam terbuka.

                Lelah berfoto dan memetik bunga-bunga itu, kami pun menikmati suguhan yang telah tersedia, pilihan kami. Saya menikmati kopi dan roti bakarnya. Uenaknya ..... Diantara hawa yang agak dingin-dingin gitu, trus menyantap roti bakar ditemani kopinya.

               

                 Benar-benar siang hari yang menyenangkan   bersama mba Titi yang menjadi tuan rumahnya juga dengan teman-temanku.  Siang itu, puas banget berfoto-foto. Puas juga memetik dedaunannya. Puas juga kulineran ala coffeedays.

                Ingin berlama-lama di sana. Tapi waktunya gak cukup. Bisa ngumpul dengan teman-teman aja udah syukur. Kami ber 4 dari Bandung, Mba Kus, Mba Endang dan mba Ida juga mba Titi. Selama di sana, kami tetap memakai masker. Baru buka masker bila makan dan minum. Itu pun berjauhan.

                Bersuka ria iya. Protokol kesehatan pun harus! *** Ira


 

No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden