Thursday, January 8, 2015

Terbayang - bayang Pulau Maratua


Sore hari di Pulau Maratua
Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Derawan sendiri. Ini baru pulau-pulau besarnya. Karena ternyata misalnya pas di Pulau Maratua, kami singgah juga di Pulau Bakungan, Pulau Gusung Derawan dan entah pulau apalagi namanya.  Ternyata Kepulauan Derawan itu memiliki 31 pulau dengan atol  alias pulau – pulau gusungnya.


Saya memang ikut tripnya Travelmate Indonesia. Soalnya pergi kepulau-pulau kayak gini lebih enak berombongan. Biayanya lebih irit, lantaran selama trip ini, transportasinya adalah kapal alias kapal motor. Kalau nyewa sendiri, wadow mahal sekali. Gak kuat nanggungnya. Jadi enak beramai-ramai. 



Dermaga di Pulau Maratua menjelang malam
Kami menginap  2 malam di Pulau Maratua tepatnya di  kampung Payung-payung. Ih, asyik sekali lho. Saya suka banget. Di Kampung ini memang bener masih  desa. Jalannya di sana itu masih tanah. Saya nggak tahu di Derawan sebelah mana yang pas saya jalan-jalan sudah ada jalan aspalnya. Tapi begitu turun dari dermaga Payung-payung dan menginjak kampung itu, jalannya masih tanah. Asli.

Trus kami menginapnya di rumah penduduk. Di kampung ini belum ada hotel. Nggak tahu di Pulau Maratua sebelah mana yang sudah ada hotel melati dan juga ada resort yang keren itu. Tapi ini semua ada. Kembali ke kampung Payung-payung itu, biar begitu, saya seneng tinggal di kampung yang masih asli. Belum ada rumah-rumah makan, hotel-hotel dan semua fasilitas layaknya kota pariwisata.  Kampungnya tertata rapih. Bersih. Lagian penghuni kampung itu, dari yang tua sampai muda dan anak-anak ramah semua lho.


Kampung Payung-payung. Jalanan masih tanah. Tapi bersih dan rapih.


Salah satu anggrek hutann yang saya temukan di rumah penduduk setempat
Salah satu yang bikin penasaran di kampung itu, lantaran adanya iming-iming berenang dengan penyu, nonton penyu bertelur.  Sayangnya semua gak kesampaian, nggak tau kenapa. Pagi hari bangun, cepet2 kedermaga yang kalo katanya jam segitu bakalan banyak penyu, ternyata  nggak seseru yang dibayangkan. Boro-boro berenang, yang ada, baru kita nongol di dermaga dan nunjuk-nunjuk beberapa penyu yang ada dekat dermaga, ternyata penyunya ngibrit.   Hadeuuuh ! Pengen marah.   Akhirnya menghibur diri sendiri liat-liat lainnya. Ketemu kepiting di foto. Ngeliat  ikan teri langsung potret. Nah ada juga ikan kipas. Ih, ikan yang ini keren warna warninya tapi katanya beracun.


Ketemu kepiting, potret !




Bangun pagi di sini sungguh nikmatnya. Tak diuber-uber oleh kemacetan kota. Bangun santai. Menghirup udara segar dan jalan-jalan ke dermaga. Pemandangan dilangit dan laut luar biasa indahnya. Degradasi warna matahari dengan air laut sulit diceritakan. Sulit menggambarkannya.


Suasana pagi hari

Pagi itu, setelah kami puas  bermain di sekitar dermaga, kami bersiap siap untuk jalan-jalan dengan perahu, tentu di sekitar pulau. Asyik  sekali pemandangannya. Kemanapun mata memandang yang dilihat pasti laut biru dengan awan dan langit yang begitu cerah.  Kami mampir di Pulau Bakungan. Pulaunya kecil dengan banyak pohon kelapa dan disitu ada  mercusuar yang seperti di Pulau Lengkuas nya -  Belitung.  Tapi kami nggak bisa naik lantaran menaranya sudah miring.



Mercusuar di Pulau Bakungan

Kami juga sempat ke  Gua  Sembat.  Gua  ini ada di Kampung Bole Silian, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau.  Jadi kami naik sepeda motor dan turun di kampung  Bole Silian dan motornya di titipkan di kampung itu. Dari kampung ini kami jalan kaki mungkin 15 menit. Jalannya naik turun dan batunya batu karang. Ekstra hati-hati, ngeri juga kalau terpeleset.

Suasana menuju gua rada horor. Soalnya jarang di datangi orang. Begitu nyampe. Ya ampun guanya unik sekaleeee. Terlihat mulut guanya menjulang tinggi ke atas.  Tapi ternyata, begitu mau masuk gua, kita musti turun ke bawah melalui tangga kayu. Panjangnya kira-kira 2 sambungan tangga yang  20 meteran Gilaaaaaa dalam sekali.

Ditempat yang gelap dan dalam ke bawah itulah kita harus turun ke gua.
Tuh, danaunya di bawah. Turunnya pake tangga

Nah, di dalamnya itu ada danau kecil.  Keren deh pokoknya. Yang berani turun, ya pada turun dan berenang di danau. Yang nggak memungkinkan turun, tinggal manyun aja dari atas.  Padahal berenang di danau mungil itu, airnya berasa seger banget.  Dinginnnn.

Begitu selesai, sore harinya kami sudah nangkring di depan rumah indekost lagi.  Sambil menikmati sajian kelapa muda di sebutir kelapa hijau. Ngobrol sama pemilik rumah. Saya dan teman-teman duduk di depan rumah penginapan. Melihat akrabnya masyarakat di sekitar rumah yang melakukan aktivitas sore.  Main volly, naik sepeda, ngobrol , mengasuh anak-anaknya. 




Mengasuh anak sambil hp hp an di tepi pantai



Tempat menangkap sinyal HP



Foto bareng dengan teman-teman ngobrol di tepi pantai

Inilah sore di Kampung Payung-payung  Pulau Maratua.  Selain menikmati kehangatan suasana kekeluargaan bersama warga, kami pun menikmati suasana menjelang matahari terbenam. Indahnyaaaa.
Bahkan malamnya pun tak kalah indah. Gemerlap bintang-bintang  di langit yang  masih terbayang-bayang.  

Suatu saat, aku akan menengokmu lagi, Maratua !*** (ira).

Note :
1.       Perhitungkan waktu saat ke Kepulauan Derawan. Waktu terbaik  wisata ke kawasan itu,  antara Bulan Mei – Oktober;
2.       Saat berada di Pulau Maratua, sempatkan untuk mampir ke Gua Sembat agar menikmati atmosfir yang berbeda;
3.       TravelmateIndonesia, 
       Contact Person, Malik Id ( WA - 085724407965 - 0818 387231 ).


No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden