Wednesday, March 31, 2010

PATUNG Lilin Museum Tussaud London

Deretan Keluarga Kerajaan Inggris

Akhirnya kesampaian juga masuk di Museum Patung Lilin London. Sudah lama saya tertarik dengan Museum Madame Tusaud ini. Soalnya di dalamnya berisi patung-patung orang. Pastinya ya orang-orang yang beken. Mulai dari keluarga kerajaan, tokoh-tokoh kriminal yang tenar, tokoh-tokoh sejarah, bintang film, atlit, presiden berbagai negara.

Thursday, March 25, 2010

Pelesiran ke Paris



Backpacker ? Waduh rasanya belum kepikiran deh. Takut. Nggak ngerti. Trus musti gimana dan gimana ! Tapi apa daya, ternyata itu harus saya lakukan kalau mau jalan ke beberapa negara saat di Eropa.

Ceritanya, saya mendapat tugas ke London di Bulan Juni beberapa tahun lalu. Dalam perencanaan, sehabis tugas selesai saya mau jalan dan akan menggunakan tour operator yang disiapkan dari Bandung. Ternyata semua pilihan paket yang kami pilih sudah penuh. Karena waktu itu memang musim liburan. Pas peak season. “Nanti saja mbak diurus di sini, gampang kok”, begitu kata saudaraku di London.


Wednesday, March 24, 2010

CERITA DARI PULAU PENYENGAT


Inilah dermaga di Pulau Penyengat. Penuh dengan pompong yang sedang menunggu wisatawan yang jalan-jalan di pulau itu.
Saya melihat Pulau Penyengat pas berada di tepi pantai Kota Tanjung Pinang. Waktu itu saya tertarik, karena diseberang sana melihat sekumpulan rumah dan juga lampaian pohon nyiur kok ditengahnya ada atap rumah yang lancip-lancip. Warnanya beda sendiri. Kuning.

Perjalananan dari Tanjung Pinang ke Pulau Penyengat hanya 15 menit untuk jarak tempuh 1 km an gitu. Bisa naik sampan bermotor yang biasa di sebut pompong dari Pelabuhan Sri Bintan Pura. Ongkosnya waktu itu hanya Rp 2000,- saja.

Pulau Penyengat sebenarnya merupakan sebuah tempat yang amat potensial untuk wisata. Selain pemandangannya yang bagus banyak juga obyek yang bisa dilihat.

Begitu masuk, kita bisa melihat perkampungan tradisional penduduk di pulau itu. Perkampungan nelayannya. Selain itu juga terdapat peninggalan Kerajaan Melayu Riau-Lingga, makam Raja Ali Haji Pujangga Melayu Riau yang terkenal dengan Gurindamnya, makam Raja Ja’far, Balai Adat dan juga keseniannya.

Salah satunya yang sempat saya datangi adalah Masjid Raya Pulau Penyengat yang dibangun 1882. Koleksi peninggalan sejarahnya sudah berumur ratusan tahun. Tapi semua masih amat terawat di sana. *** (ira)


Suasana jalan-jalan yang ada di Pulau Penyengat. Jalannya kecil biasanya hanya untuk becak motor dan sepeda motor. Di sini tidak ada kendaraan beroda 4.

Inilah Mesjid Raya Pulau Penyengat (atas & kanan)


Bagian dalam mesjid. Lampu yang tergantung di atas disebut lampu kraun (berasal dari kata crown) dibuat dari kaca potong yang berkilat-kilat. Lampu ini biasanya dinyalakan pada hari-hari besar Islam seperti Hari Raya 'Aidil Fitri, Hari Raya Haji atau Aidil Adha, Maulud dan Miraj Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ada 2 buah Al Qur-an tulisan tangan yang tersimpan dalam mesjid Pulau Penyengat. Salah satunya yang dipajang dalam sebuah peti kaca ialah hasil goresan tangan Abdul Stambul, seorang penduduk Pulau Penyengat yang pernah dikirim oleh kerajaan Riau Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu agama. Sekembalinya dari belajar ia menjadi guru dan terkenal dengan khs gaya Istambul. Padatahun 1867 ia menyelesaikan Al Qur-an yang dikerjakan sambil mengajar.


Beduk di mesjid Pulau Penyengat ditempatkan tergantung di rumah sotoh sebelah darat. Bada beduk terbuat dari sejenis kayu yang keras berukuran panjang tiga meter dengan garis tengah satu meter. Setiap waktu sembahyang 5 waktu, dibunyikan dengna 5 kali pukulan.



Lemari kayu tempat menyimpan kitab-kitab pengisi sebuah perpustakaan. Ke dua daun pintunya dihiasi dengan kaligrafi warna perada.

Sumber : Booklet Mesjid Pulau Penyengat , Penerbitan Khusus, 1993.

Wednesday, March 17, 2010

SI GALE-GALE DI PULAU SAMOSIR

Pulau Samosir memang menarik. Apa saja yang disuguhkan di sana untuk wisatawan pasti berkesan. Salah satunya pas berada di sebuah kompleks rumah Batak. Tepatnya di Desa Tomok.

Didepan deretan salah satu rumah adat itu ada sebuah patung. Patung laki-laki yang letaknya di atas sebuah peti mati. Si Gale-gale namanya.

Patung boneka ini sudah langka banget. Didandani dengan pakaian adat Batak. Menariknya adalah atraksi saat si patung ini berjoged tor-tor. Patungnya bisa bergoyang-goyang lho, seperti orang menari. Abis itu penontonnya diajak berdansa tor-tor di depan patung.



Semangat banget menari Tor Tor

Tuesday, March 16, 2010

DURIAN UCOK uwenaaaak tenan

Pernah denger durian Montong ? Duren Bangkok ? Duren Petruk ?
Nach ini satu lagi Duren Ucok !

Jadi yang namanya Duren Ucok ini, sebenarnya ya buah durian biasa. Durian yang sering dimakan kita. Bukan singkatan dari duda keren. Hanya yang jual ini namanya Ucok. Bang Ucok demikian saya memanggilnya. Jadi kalau mau tanya dimana tempatnya, ya di Medan lah !

Kios Ucok ditepi jalan
Durian Ucok sebenarnya juga sama dengan penjual durian yang lain. Sama-sama jualan di trotoar. Di emperan toko. Kalau malam toko-toko nya tutup. Lantas diemperan toko ini diletakkan kursi dan meja untuk duduk para tamu. Di situlah tamu-tamu menikmati suguhan duren.

Herannya, Duren Ucok ini penuh terus. Pada saat penjual durian lainnya sepi pembeli, maka Bang Ucok ini banyak tamunya. Herannya lagi, durian Bang ucok juga banyaaak terus. Tak kenal musim. Katanya lagi tak musim durian. Tapi durian Bang Ucok ini banyak terus. “Durian ini memang kiriman dari hutan-hutan di seputar Medan”, begitu ungkapnya singkat.

Sebenernya saya juga tak tahu pasti berapa harga duriannya. Terkadang harganya sudah murah. Kapan-kapan datang kesana bisa super murah rah rah. Misalnya 1 durian bisa Rp 5000,- (lima ribu rupiah). Sudah murah, manis-manis lagi.

Satu lagi yang bikin orang seneng. Kalau pas yang dimakan tak kebetulan, tinggal lapor aja. Misalnya duriannya kemudaan, busuk atau isinya kosong. Langsung deh kita dapet penggantian duren. Gratis lagi. He he he – dasar OGI, ogah rugiiiii !

Ini dia Bang Ucok
Melayani sendiri para pelanggan
Durian Ucok ini memang uwenaaak. Apalagi kalau yang warnanya agak kekuning-kuningan, wachhhhh mantaaaap. Tapi yang mungkin orang suka, Bang Ucok itu melayani sendiri para tamu-tamunya. Dia pilihkan yang enak. Dia pilihkan yang besar, sedang atau kecil.

Makanya tamu-tamu yang dateng kesitu biasanya terus berlanjut. Tamu luar kota misalnya, udah nikmat bisa makan durian enak., biasanya ketagihan. Buntut-buntutnya dia pesen durian untuk dibawa pulang. Oleh-oleh untuk keluarga.


Pengepakan duriannya bagus. Durian dimasukkan boks plastik. Trus dibungkus rapat. Pake kopi. Dimasukkan lagi dalam karton, pokoknya singset deh. Apalagi sekarang membawa lewat bandara gampang banget. Asalkan masuk bagasi, aman-aman saja tuh ! Kita tinggal pilih mau boks seharga Rp 100.000,- atau Rp 150.000,- atau Rp 200.000,-. Tinggal pilih sendiri mau yang sebanyak apa.



Saya ? So pasti dong nggak mau ketinggalan. Setiap pulang dari Medan, pesen 1 boks untuk orang-orang rumah di Bandung. Semua suka duren ! *** (ira).

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden