Sunday, February 5, 2012

TRIP Antara Jakarta-Sorong-Raja Ampat




Kapal dari Sorong ke  pulau Waigeo,
berlabuh di kota Waisai

Siapa yang tak terpesona, melihat begitu gencarnya pemberitaan dan promosi Raja Ampat. Tiba-tiba saja kepulauan yang terletak di Papua Barat itu melejit dan menjadi primadona, Begitu ada kesempatan, langsung saya jalan kesana. Kali ini bersama komunitas foto di lingkungan TELKOM, yaitu Komunitas Foto 135..


Mau ke Raja Ampat, bagi saya yang tinggal di Bandung, berarti ya harus ke Sorong dulu. Sorong memang terletak di bagian kepala burung pulau Papua. Nanti dari Sorong barulah menyeberang naik kapal menuju ke Raja Ampat.

Jadi waktu itu perjalanan yang saya tempuh adalah mengambil penerbangan dari Jakarta menuju Sorong. Berangkat jam 21.00 WIB dari Bandara Sukarno Hatta di Jakarta dan tiba jam 08.00 WIT di Bandara Eduard Osok di Sorong. Wuiiiihhhh lamanya. Tapi enggak kok. Secara hitung menghitung lamanya di udara tak lebih dari 6 jam.

Jalanan di Pulau Waigeo
Penerbangan Jakarta – Surabaya lancar hanya 1 jam perjalanan udara. Berangkat dari Jakarta jam 21.00. Transit sebentar di Surabaya ( tak lebih dari 1 jam ). Surabaya ke Makasar ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan.. Lamanya ya hanya pas transit di Makasar saja. Lantas perjalanan antara Makasar ke Sorong hanya 2 jam juga.

Sebenarnya kalau mau, saya dan teman-teman bisa langsung ke Pelabuhan Rakyat saja, untuk mencari kapal fery yang menyeberang dari Sorong ke pulau. Hanya 2 jam perjalanan. Tapi waktu itu pilihan kami adalah menginap saja di Sorong, untuk memulihkan fisik yang lelah. Waktu itu saya menginap di Hotel Le Meridient yang letaknya berada di seberang bandara. Ada beberapa hotel di sana.


Esoknya kami berangkat ke Waisai. Sebuah kota kecamatan yang terletak di Pulau Waigeo. Perjalanan berkisar 2- 3 jaman dengan menumpang kapal cepat. Biayanya Rp 140.000,- an tiap orang. Soal ombaknya, jangan di tanya, lumayan besaaaar. Jadi sedikit mual gituuu.

Hutan Tropis

Tiba dipelabuhan Waisai, jemputan nggak ada. Pelabuhannya kecil . Angkot juga nggak ada. Akhirnya kami menyewa sebuah kendaraan bus milik salah satu instansi pemerintah yang ada di situ. Rp 300.000,-. Kalau naik ojek Rp 50.000,- dari pelabuhan menuju Resort Waewo.


Begitu bus melaju, nggak sampai 5 menit, kami melewati kawasan hutan. Waduh ini yang nggak disangka. Jalanan baru dibuka dan rata. Kiri dan kanan pohon-pohon hijau nan lebat. Hutan tropis gitu. Ini bener-bener surprise. Soalnya kan selama ini yang dipamer-pamerin di promosi itu, Raja Ampat pasti gambar pulau-pulau kecil dikelilingi lautnya yang hijau tosca itu. Jadi begitu suguhan pertama hutan, wala maaaak. Raja Ampat nih ! *** (ira).






















No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden