Monday, April 7, 2014

Pesona Kristal di Istana Dolmabahce


Situasi pintu gerbang masuk ke halaman Istana Dolmabahce
Saya melihat  Istana Dolmabahce pertama kali saat mengikuti Bhosporus Cruise di Istambul.  Istana yang dibangun pada jaman Sultan Abdulmecid ini nampak megah dan anggun sekali.  Saya penasaran. Begitu jelajah Selat Bhosporus selesai, saya langsung menuju Istana yang arsitekturnya bergaya Eropa. Memang  benar kata teman saya, bahwa istana-istana di Turki itu indah dan bagus. Peninggalan bersejarah yang masih dirawat dengan baik dan menjadi obyek wisata yang menarik.


Salah satu ornamen di tembok pintu masuk Istana Dolmabahce
Begitu tiba di sana, luar biasa. Mau beli karcis aja antri.  Mau masuknya pun antri. Menandakan istana ini memang menarik. Buktinya banyak orang yang dateng.  Pada sabar lagi berantri-antri. Tertib antriannya. Sambil menunggu masuk gerbang saya memperhatikan istana yang berwarna dominan putih itu.   Ornamen-ornamaen yang melekat di tembok, uhhhh memperlihatkan nilai seni yang tinggi. 

Setelah masuk gerbang, wisatawan dibuat terkagum-kagum lagi. Masalahnya bukan bangunannya saja yang artistik dan indah. Tetapi taman di dalam gerbang itu juga begitu asri suasananya. Pohonnya rindang. Ada beberapa tahan, kolam dan juga burung peliharaan yang dibiarkan hidup bebas. 


Kolam dan taman yang menarik di bagian dalam gerbang Istana Dolmabahce
Berada di dalam gerbang, jangan dikira wisatawan bebas. Ternyata antriiii lagi. Di kawasan ini wisatawan masih melewati taman untuk menuju undak-undakan masuk dalam gedung. Antri lagiiii. Untuk menjaga kebersihan istana , para tamu diminta membungkus sepatu yang dipakai dengan plastik. Plastik seukuran kaki wisatawan itu diberi gratis. Pantesan di dalam istana pun bisa bersih begitu.


Sepatu dibungkus plastik sewaktu mau masuk istana
Wisatawan dibawa per kelompok. Masing-masing kelompok ada tour leader istana.  Sayangnya kami nggak boleh motret.  Padahal suasana diistana itu, luar biasa indahnya.  Begitu masuk ruang tamu aja, waduh karpet merahnya tergelar dengan motif disisi kiri dan kananya. Bagian atapnya penuh dengan hiasan / lukisan simetris. Berwarna kuning muda beraksen emas dan warna biru.
Bagian luar bangunan Istana Dolmabahce
Dekorasi serupa memang memenuhi hampir seluruh ruangan-ruangan yang wisatawan lalui. Mulai dari Entrance Room,  Visier and Surre Rooms, writing office, passenger Lounge, mosque and resting room, dan masih banyak ruangan lainnya.

Tapi dari semuanya yang paling istimewa itu ya lampu-lampu kristalnya. Tiap ruang berbeda disain lampu gantungnya. Belum  lagi lampu kristal berdiri yang ada di ruang masuk. Ada yang  paling luar biasa yaitu pagar ditangga naik lantai dua.  Kalau biasanya sih saya melihat dari besi atau tembok. Bayangkan ini, besi-besi penyangganya kristal lho. Wah, seruuuuuu ! Hebat !

Selat Bhosporus

Selat Bhosporus terlihat dari halaman dalam istana.
Trus gimana ya perawatan kristal-kristal itu ? Saking penasarannya, kristalnya yang di tangga itu saya pegang. Berdebu nggak ya ? Ih ternyata  gak berdebu lhoooo ! Nah kristal sebanyak itu gimana memeliharanya yak ?
“ May, coba deh pegang ini kristalnya gak berdebu “, ungkap saya pada adikku Maya.
“Ih iya lho mbak,  eduuun !”, balasnya sambil terheran-heran. Sama terkagum-kagumnya.

Inilah bagian dari kekaguman saya ketika berkeliling di Istana Dolmabahce.  *** (ira).


No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden