Monday, October 28, 2019

Nonton Barapan Kebo




Ini dia aksi Barapan Kebo

      
Barapan Kebo sempat menjadi salah satu tontonan saya saat berada di Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  Waktu itu saya naik ojek mengikuti rombongan Sepeda Jelajah Nusantara (SJN) yang melintas dari Kota Sumbawa Besar menuju pantai di Ai Loang di Pulau Sumbawa bagian utara. Dari Istana Dalam Loka, mampir di Waduk Batu Bulan dan makan siang di Dusun Samri - Desa Poto. Sesudah makan siang, antara Dusun Samri dan Ai Loang inilah saya dan teman-teman nonton Barapan Kebo.


     Begitu tiba di lokasi, suasananya luar biasa ramai. Nampak orang-orang yang bergerombol di sebuah tanah luas. Tapi lebih banyak orang-orang yang berada di arena lomba yaitu di atas sebidang tanah sawah yang becek, berlumpur bahkan masih banyak airnya bagai kolam yang airnya coklat. Penonton berdiri dan jongkok di tepi galangan sawah yang sedang digunakan lomba adu cepat kerbau-kerbau itu.

Keseimbangan joki diperlukan dalam mengendalikan kebo

           
Barapan kebo ini, merupakan adu balap kerbau yang sudah ada dari jaman dulu kala. Awalnya dulu hanya merupakan permainan bahkan keisengan dari para petani saja. Kebiasaan membajak sawah yang dari tahun ke tahun ternyata membosankan. Maka muncullah ide, untuk bermain-main yang menghibur mereka semdoro.  Lalu mereka mencoba-coba balapan dengan kerbau-kerbau mereka. Ternyata permainan tradisional ini mengasyikkan. Lalu berkelanjutan dan menjadi budaya yang turun menurun. Selanjutnya Barapan Kebo menjadi pesta rakyat yang  terbawa sampai sekarang. Bahkan sekarang menjadi atraksi wisata. Digemari dan dicari oleh wisatawan juga.

anak-anak juga menonton.

     Sekali-kalinya saya menonton, puas banget. Seru. Bahkan panas terik juga tak terasa saat melihat kerbau-kerbau itu di pacu berlari oleh jokinya. Ternyata kerbau-kerbau itu lari berdua bersamaan karena mereka dikalungi kayu. Lalu ditengahnya agak belakang ada joki yang mengendalikan saat kerbau itu berlari. Dari start sampai joki bisa  menjatuhkan sebuah tongkat kayu yang ditancapkan diujung arena. Jadi di sini adu kecepatan.

            Seru saat penonton berteriak-teriak mensupport kerbau berlari. Apalagi pembawa acara yang dengan pengeras suaranya ikut-ikut mengomentari dan memberikan semangat. Berisik tapi seru. Gak tega saat kerbau-kerbau itu dipecuti dengan jokinya untuk menambah kecepatan. Tapi juga bikin tertawa-tawa saat jokinya terjatuh kecebur di sawah lantaran tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Ini beneran lucu dan membuat penonton tertawa-tawa. Katanya sih justru moment inilah yang ditunggu-tunggu. Ada yang mukanya belepotan lumpur. Ada yang hanya sebagian tubuhnya. Tapi ada juga yang semua tubuhnya jadi basah kuyup belepotan air sawah yang kumuh. Intinya setiap peserta lomba   ( kerbau dan joki) memberikan kegembiraan sendiri-sendiri.

Kebo santai setelah sebelumnya berjuang.
     Untuk menonton barapan kebo tidak bisa setiap saat. Tapi biasanya diadakan di awal musim tanam padi. Jadi wisatawan yang datang belum tentu bisa menonton kalau tidak pas di awal musim tanam padi.
            Saya sendiri sempat melihat-lihat kerbau-kerbau yang sudah selesai balapan. Biasanya mereka diistirahatkan. Setelah dari dekat saya baru sadar, bahwa kerbau-kerbau itu saat mau bertanding berdandan juga. Kalung-kalung yang digantungkan dilehernya bagus-bagus. Cantik berwarna warni. Suka saya melihatnya.

Lapaaaar setelah bertempur
Lihat kalungnya
     Walau baru sekali menonton, tapi Barapan Kebo ini sungguh amat bagus.. Atraksi yang merupakan pesta rakyat ini adalah kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Sumbawa. Nyatanya hingga kini masih eksis masih tetap dilestarikan.  Soalnya ini menjadi magnet besar yang bisa mendatangkan wisatawan untuk berlibur di negeri kita, Indonesia. Dan tentu mereka bakalan mampir ke Sumbawa. ***

No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden