Thursday, July 18, 2013

SINGKAWANG diserbu Tatung




Aksi seorang tatung
Bulan Februari yang lalu, saya sengaja jalan ke Singkawang. Maunya memang nonton Festival Cap Go Meh yang komentar beberapa orang memang unik banget. Khas sekali. Cap Go Meh melambangkan  hari terakhir perayaan Tahun Baru Imlek . Perayaan pada hari ke 15 ini dirayakan komunitas Tionghoa  di seluruh dunia.


Makanya saya semangat sekali. Jam 4 pagi saya sudah bangun. Sejak pagi hari, nggak tahu jam berapa, suasana pesta sudah terasa. Berbagai tabuhan wira wiri di depan hotel membawa alat-alat tetabuhan. Ada yang berjalan kaki,ada juga yang sudah dengan rombongan menggunakan kendaraan bak terbuka. Hadeuh, bising !

Ada juga tatung yang wajah dan badannya di cat warna hitam
Saya semakin tak sabar untuk segera bergabung di pusat keramaian. Makanya tepat jam 07.00 saya sudah meninggalkan hotel.  Untuk menonton pawai Festival Cap Go Meh, para tamu tinggal berdiri saja di tepi jalan pada jalan-jalan yang bakal di lewati pawai. Saya dan teman-teman juga para wisatawan lainnya menunggu di jalanan seputar Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Klenteng berusia 400 tahun ini, terletak di jalan Pasar Tengah – Singkawang. 

Pawai yang digelar di Singkawang ini memang beda dengan di kota-kota lainnya. Pawai di kota seribu kuil ini  diikuti oleh  para tatung. Tatung itu orang yang menjadi media dari roh-roh para leluhur atau dewa. Biasanya roh para leluhur dan dewa diundang untuk berbagai keperluan. Bisa untuk kegiatan pengobatan,  pengusiran makhluk jahat  dan berbagai kegiatan lainnya.


Ngeri nggak sih ?
Pada saat sedang kerasukan roh atau dewa leluhur itu, para tatung  memiliki kekebalan di tubuhnya. Sehingga mereka bisa melakukan hal-hal diluar kemampuan manusia sadar. Kehebatan itu biasanya mereka pamerkan misalnya dengan menusukkan benda-benda tajam ke wajahnya ataupun menginjak-injak benda-benda tajam. Itu semua yang dipamerkan dalam pawai Festival Cap Go Meh di Singkawang.


Jadi dalam pawai Festival Cap Go Meh itu saya melihat tatung yang diusung di atas tandu. Tapi ada juga tatung yang jalan sendiri. Sambil berjalan tatung ini ada yang menusukkan kawat-kawat tajam baja ke mulutnya, ke kupingnya bahkan kehidungnya. Ada juga yang menoreh-norehkan golok tajam ke mulutnya atau ke lehernya.  Mereka sama sekali tidak terluka.  Tak nampak kesakitan. Para tatung tenang-tenang aja tuh.

Tatung Perempuan. Brani juga ya !
Satu persatu tatung lewat. Ada tatung yang diam saja. Tapi banyak juga tatung yang  banyak aksinya. Berdiri dengan mengacung-ngacungkan benda tajamnya atau benda-benda lain, bawaannya. Para tatung pria dewasa, anak ABG maupun wanita, sama saja perlakuannya terhadap benda tajam.

Para tatung  yang pawai Festival Cap Go Meh  ada 750 tatung.  Saya baru sekali ini nonton tatung-tatung turun ke jalan. Gaya mereka sering membuat saya menahan takut. Serem. Makanya seorang teman yang saya ajak menolak lantaran atraksi yang dipamerkan berbau mistis. Ia juga sudah memberi gambaran. Tapi kan kalau belum melihat sendiri, saya mana percaya. Begitu melihat gayanya tatung-tatung itu, baru deh saya ingat teman saya. Yachhhh, apa boleh buat.


Nggak ngerti maksudnya pake jeruk itu apa !
Untunglah masih ada hiburan lain buat saya. Saya suka melihat kostum dari para tatung. Para tatung keturunan Tionghoa rata-rata berpakaian ala dewa-dewa  dan raja dengan disain unik dan berwarna warni. Sedang para Tatung keturunan Suku Dayak, berpakaian adat Dayak yang ternyata juga beragam. Begitu juga kostum para tatung yang keturunan Melayu. Warna warni bendera-bendera yang mereka bawa. Semua terangkai menjadi  suguhan  yang menarik.

 Pokoknya, siang itu walau untuk nonton berdesakan. Untuk ngambil gambar terhalang sana sini. Belum lagi, sedang asyik-asyiknya nonton hujan turun deras. Tapiiiii,  saya puas banget bisa datang ke Singkawang nonton tatung-tatung beraksi, melihat kota Singkawang yang penuh lampion.

Tatung Dayak. 
Pantesan aja, kenapa makin hari makin banyak orang yang datang saat Festival Cap Go Meh di Singkawang. Kota Singkawang yang sehari-harinya tak pernah macet, jadi macet kesana kesini.  Soalnya tontonan ini, tatung-tatung ini,   di negeri asalnya, di China, sudah dilarang. (ira).


TIPS :
1.      Rencanakan perjalanan jauh hari sebelumya, idealnya 3 bulan sebelumnya;
2.      Pesan hotel dan pesawat jauh hari sebelum hari H.,
3.      Bisa ikut paket tour Festival Cap Go Meh di Singkawang, browsing di internet atau hubungi 
      Pontianak Tourism Board.

                                                                                   ---,,---





1 comment:

  1. Salah satu tujuan wisata Indonesia yg wajib didatangi ini.

    ReplyDelete

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden