Monday, September 28, 2009

TENGKORAK DI DANAU POSO

Salah satu sudut Danau Poso

Ini juga cerita tulang belulang di Gua Pamona.
Lokasinya di sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.
Ih, ini surprise banget. Saya nggak menyangka kalau di kawasan Danau Poso ternyata ada tulang-tulang manusia juga.

Waktu itu, saya memang penasaran. Soalnya ibu saya bilang kalau Danau Poso pemandangannya indah. Trus ada jembatan kuno di Tentena. Tentena itu sebuah kota kecil di tepi Danau Poso. Itu tuh yang pasarnya pernah di bom. Trus hawanya dingin. Trus masakan ikan di tepi danaunya juga lezat. Udah itu saja.




Berangkat deh saya ke kota Poso. Waktu itu saya berangkat naik kendaraan dari Palu ke kota Poso yang jauhnya 258 an km. Itu di tahun 1981. Sebenarnya sih sekarang lebih mudah, bisa naik pesawat ke Kota Poso. Atau dari Makasar, perjalanan darat langsung ke Tentena juga bisa. Naik bus pariwisata, 24 jam !

Siang itu, setelah makan siang, saya di ajak ke Gua Pamona. Guanya sih gak jauh-jauh amat hanya 2 kilometeran dari Tentena. Di dalam gua, seperti biasa saya selalu memperhatikan stalagtit dan stalagmitnya. Dinding alam di dalam gua selalu mempunyai daya tarik.

Makin lama saya makin masuk ke dalam gua. Hawanya jadi semakin lembab. Tapi kitanya keringetan. Pas lagi asyik-asyiknya memperhatikan lukisan alam di dinding gua, saya mulai melihat tengkorak dan tulang belulang berserakan. Jujur saja, saya baru tahu kalau di gua itu banyak tulang dan tengkoraknya. Berserakan. Hiiiiiiii ! Kok jadi agak merinding yaaaaaaa !.


Pencahayaan yang makin berkurang, membuat suasana jadi agak serem. Pikiran jadi melayang kemana-mana yang enggak-enggak. Sebelum melihat tengkorak biasa-biasa saja. Pas habis melihat tengkorak-tengkorak itu, ih, kok jadi ada rasa-rasa takut-takutnya gitu ya? Untung masuknya rame-rame. Jadi bisa sok berani !

Disitulah saya jadi tahu, bahwa sebenarnya di masa yang lalu ada kehidupan di dalam Gua Pamona itu. Bahkan masyarakat di sana yakin banget bahwa manusia-manusia yang hidup di dalam gua itu di jaman dulu kalanya, adalah nenek moyang suku Pamona. Suku Pamona itu aslinya orang-orang Poso. Ketika mereka meninggal, ya tulang belulang mereka di simpan / di kubur di dalam gua agak sebelah dalam. Siapa lagi yang berani mengutik-ngutik tulang belulang itu. Tapi itu semua menjadi bukti adanya kehidupan di jaman pra sejarah.

Konon kebiasaan pemakaman yang unik di gua-gua kapur ini berakhir sekitar abad ke -19 Masehi. Waktu itu masuklah bule-bule Belanda sebagai penginjil-penginjil yang menyebarkan agama Kristen di Sulawesi Tengah

Inilah sedikit cerita dari Gua Pamona di kawasan Danau Poso.
Sebenernya masih banyak cerita peninggalan leluhur di negeri Pamona itu.
Denger ceritanya dengan dateng sendiri ke sono, pastinya lebih seru kalau dateng ke sana.

Ini memang cerita lama.
Tapi nyatanya Danau Poso, Tentena juga Gua Pamona masih tetap melekat di hati.
Masih bersemayan di titik-titik kecil dalam rongga otakku.*** (ira)

No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden