Wednesday, May 23, 2012

Cuci mata di Gili Trawangan

Situasi di Gili Trawangan
 Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar diantara 2 pulau lainnya yaitu Gili Meno dan Gili Air. Ketiga pulau ini terletak di sekitar Pulau Lombok. Kalau kita berangkat dari Pantai Senggigi naik perahu, perjalanannya hanya 1 jam saja. Di pulau ini, tak ada mobil. Juga motor. Mau keliling pulau Gili Trawangan, silahkan  naik cidomo ( dokar ) atau sewa sepeda.


Ini Cidomo alias dokar di Gili Trawangan

Pantai di Gili Trawangan

Jalan-jalan di Gili Trawangan, paling seneng  di pantainya. Selain seneng melihat pantainya, tapi di pantai nya  itu juga berseliweran bule-bule. Seneng melihat model-model bikini mereka yang minim-minim. Model dan warnanya juga lucu-lucu. Tapi ada juga yang mereka tutupi dengan kain-kain bali. Mereka seneng berjemur di pantai.  Leyeh-leyeh di pasir.  Berada di sana seakan kita berada di negara mana gitu, soal nya lebih banyak bule-belenya ketimbang orang kita.


Di laut seputar Gili Trawangan

Mereka juga biasanya seneng diving atau snorkeling di laut yang mengelilingi Gili Trawangan. Pemandangan sekitar pulau-pulau itu bagus sekali alam bawah lautnya. Makanya mereka betah di atas kapal. Abis nyilem, mereka nangkring diperahu-perahu. Lalu berjemur di atas kapal. Capek berjemur, mereka nyemplung lagi ke air. Bagusnya kapal bisa bergerak ke spot-spot yang bagus di bawahnya. Makanya mereka enjoy banget di perairan seputar Gili Trawangan itu. Mana udaranya bersih sekali. 


Berjemur tapi mencari tempat yang dingin
Pastinya, suasana pantai di Gili Trawangan  ya gitu, sepanjang mata memandang, bule lagi-bule lagi. Panas  begitu menyengat, mereka  berjemur. Saya malah ngumpet di pendopo-pendopo milik kafe-kafe yang bertebaran di pantai. Seraya memperhatikan mereka, sambil menghirup udara segar, saya juga menikmati segelas orange juice dan sepiring spageti. Jangan heran kalau kafe di Pantai Gili Trawangan menunya, menu Londo semua. Ada sih menu nasi dan makanan Indonesia, tapi menu luarnya lebih banyak. Penjualnya ya penduduk sana. Kokinya ya mereka. JAgo-jago masak !

Bale-bale bambu tempat berjemur di pantai.

Berjemur menantang matahari

Tengkurep 
Kadang mereka berjemur langsung di pasir. Tapi banyak juga yang senang berjemur di atas kursi malas.  Jadi ada sisi-sisi pantai Gili Trawangan yang  dipenuhi jajaran bale-bale bambu untuk berjemur. Sambil berjemur, biasanya mereka pijetan. Soal harga ? Pastinya kita musti berani menawar. Soalnya kalau nggak menawar, mereka bisa mempermainkan harga. Seperti waktu itu, ada seorang turis Jepang yang menangis, soalnya diminta bayaran pijet Rp 250.000,- per jam. Padahal pijetannya tak hanya sejam. Nah lho ! Salah siapa neh ?

Banyak cerita dari pantai di Gili Trawangan ini. Kapan-kapan saya pasti buat cerita lagi dari pantai yang satu ini. Seru-seru. Soalnya mereka yang dateng dari mancanegara. Jadi mereka seleranya juga beda.beda. penjaja souvenir misalnya, makin bikin betah nggak pengen pulang. Ada aja yang ia ceritakan. Ada-ada saja. Kalau orang Jawa Barat bilangnya, aya-aya wae ! (ira)

No comments:

Post a Comment

Terbayang-bayang Pulau Maratua

Terbayang - bayang Pulau Maratua

Sore hari di Pulau Maratua Dalam trip saya ke Kepulauam Derawan, maka saya singgah di beberapa pulaunya. Di antaranya  pulau Maratua,...

Main Ke Stone Garden